Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

10 Pencurian Bagian Tubuh Paling Terkenal

Sungguh membutuhkan suatu keberanian baik bagi sipencurinya ataupun sang kolektor untuk menyimpan “benda-benda” ini, ada yang dijual dan dijadikan suatu koleksi yang berharga. Berikut daftar sepuluh pencurian bagian tubuh paling terkenal di muka bumi:

01. Kepala Maori
Pekan lalu, Majelis Nasional Perancis memilih untuk mengembalikan kepala mumi dari 16 orang suku Maori dari berbagai museum kembali ke tanah air mereka di Selandia Baru. Dalam prakteknya Maori tradisional, sering mentato tulang tengkorak maori yang meninggal, itu disimpan sebagai benda keramat untuk menghormati semangat mereka. Tapi daya tarik era kolonial yang mengerikan menyebabkan perdagangan yang menguntungkan, dan banyak kepala suku Maori yang dibalsem dan dibawa ke Eropa di abad ke-19, di tato dan dipenggal secara paksa oleh oportunis lokal maupun asing.

Pada suatu waktu, lebih dari 500 kepala Maori mendekam di ruang bawah tanah museum Eropa, hanya dalam dua dekade terakhir pemerintah Selandia Baru meminta kepala-kepala tersebut dikembalikan kenegaranya. telah lebih dari 320 kepala telah dipulangkan. “Anda tidak membangun sebuah budaya pada perdagangan,” kata menteri kebudayaan Perancis, Frederic Mitterand, pada 5 Mei.

02. Tulang Santa Claus
Selama Abad Pertengahan, bagian tubuh orang suci menarik peziarah dari seluruh dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah pencurian kerangka St. Nicholas, model untuk Santa Claus. dibuatnya menjadi tas dari tulang yang sangat berharga. Pada 1087, kota Italia Bari mempekerjakan orang – beberapa orang menyebut mereka bajak laut sementara yang lain merujuk kepada mereka sebagai “pelaut istimewa” – untuk mencuri St Nicholas dari Myra, sebuah kota di Turki saat ini. Pencurian tulang Santa masih dirayakan di Bari dengan parade tahunan dan kembang api.

03. Tengkorak Geronimo
Ini adalah nasib yang aneh bahwa tulang dari salah satu musuh Amerika yang paling menakutkan datang untuk menentukan salah satu lembaga paling suci akan kekuasaan. Panglima perang Apache Geronimo, meluncurkan serangan di Barat Daya dan menghindari pasukan AS dan Meksiko selama hampir tiga dekade sampai penangkapannya tahun 1886.

setelah kematiannya di pengasingan AS pada tahun 1909: Enam anggota Yale Skull and Bones sebuah organisasi rahasia, termasuk Prescott Bush, kakek dari Presiden George W. Bush, diduga menggali kuburan Geronimo.Sampai sekarang kuburannya masih misteri.

04. Jantung Boleyn
Henry VIII dari Inggris menceraikan istri pertamanya dan menikah dengan Anne Boleyn yang cerdas dan pintar. Tapi Henry, ia sangat mengharapkan pewaris laki-laki, pikirnya perkawinan itu terkutuk setelah Anne hanya melahirkan seorang putri dan beberapa kali keguguran. Raja menuduhnya berselingkuh dengan rakyat jelata dan bahkan saudara sendiri. Anne Boleyn segera ditangkap dan dipenggal kepalanya di Menara London pada 1536, dan legenda mengatakan bahwa atas perintah Raja Henry, hatinya diambil. Diduga, Henry diam-diam menyimpannya di peti mati berbentuk hati di sebuah ruangan kecil gereja di Suffolk, sampai ditemukan kembali pada 1836 dan dimakamkan kembali di bawah organ gereja.

05. Otak Benito Mussolini
Pada tahun 1966, dua puluh satu tahun setelah Benito Mussolini dihukum mati, Amerika memberikan bagian otak mantan diktator Italia kembali ke jandanya. Dalam buku harian Rachele Mussolini, ia menulis bahwa, dengan ngeri, dia menemukan Amerika telah “mengambil setengah dari otaknya,” menjelaskan bahwa Amerika harus memiliki “ingin tahu apa yang membuat diktator.” Ternyata pemerintah AS telah meminta sampel otak Il Duce yang tentu saja untuk mempelajarinya, tetapi juga sebagai piala mengerikan. Empat puluh tiga tahun kemudian, cucu Mussolini Alessandro melaporkan ke polisi bahwa ada orang yang menjual botol kaca diduga ada bagian otak yang tersisa dan darah Mussolini di eBay untuk dijual seharga 15.000 Euro. daftar ebay itu segera dihapus.

06. Penis Napoleon
Orang-orang telah terpaku pada penis Napoleon sejak dokter Napoleon diduga memotongnya selama otopsi pada tahun 1821 dan memberikannya kepada seorang imam di Corsica. Penis, yang tidak terpelihara dengan baik, telah disimpan selama bertahun-tahun sehingga menjadikannya mirip sepotong kulit yang keriput. sampai Pada tahun 1977, urologist yang tinggal di New Jersey membeli “peninggalan” itu sebesar $ 3.000 dan disimpan di bawah tempat tidurnya sampai ia meninggal 30 tahun kemudian. Putrinya mewarisi penis Napoleon dan telah melelangnya seharga $ 100.000.

07. Sisa-sisa Thomas Paine
Thomas Paine, salah satu orang terbesar dalam sejarah Amerika, seorang pahlawan revolusi Amerika dan Perancis dan diduga orang pertama yang menulis kata-kata “Amerika Serikat,” meninggal dalam keadaan sengsara di Manhattan. Hanya enam orang menghadiri pemakamannya, dan sajak kanak-kanak yang populer pada saat kematiannya pergi:

Poor Tom Paine! Di sana ia terbaring:
Tidak ada yang tertawa dan menangis tak seorang pun
Di mana dia telah pergi atau bagaimana ia dihargai
Tidak ada yang tahu dan tak ada yang peduli

Bahkan setelah kematiannya, Paine tidak bisa beristirahat dengan tenang. Beberapa puluh tahun kemudian, seorang wartawan William Cobbett , menggali makam kerangka tubuh Paine dan dikirim ke Inggris dimana dia berharap bisa membangun sebuah tugu peringatan yang tepat. Cobbett tidak bisa mengumpulkan uang yang diperlukan, sehingga Paine terlantar dalam koper di loteng. Setelah kematian Cobbett, Paine tetap menghilang. Legenda mengatakan bahwa tulang-tulangnya berubah menjadi tombol, walaupun pada tahun 1930-an, seorang wanita di Brighton mengklaim memiliki tulang rahangnya. Poor Tom Paine!

08. Bagian dari kaki St. Francis Xavier’s
Pada abad ke-16, St Francis Xavier menghabiskan banyak waktu pada kakinya, menyebarkan Injil ke seluruh Spanyol, Perancis, Italia, Malaysia, Jepang, Sri Lanka dan India, mati di laut dalam perjalanan ke Cina. Ketika sekelompok orang Kristen tertarik akan jenazahnyanya,sorang wanita Portugis mengambil ibu jari kakinya. Diduga ia tertangkap ketika orang mengikuti jejak mengerikan ke rumahnya. Hari ini, kaki St Francis Xavier’s yang dipamerkan dalam peti jenazah perak di sebuah katedral. Dan bukan satu-satunya bagian tubuh itu sajadari mayat St Xavier’s untuk tujuan wisata: Ada kukunya bertatahkan berlian dipamerkan di sebuah desa yang berbeda, bagian dari lengan dikirim ke Roma, dan tangannya di Jepang.

09. Kepala Raja Badu Bonsu II
Pada 1838, setelah memenggal kepala dua utusan Belanda Raja Badu Bonsu II, penguasa dari suku Ahanta di Ghana, dipenggal oleh tentara Belanda. Selama lebih dari 150 tahun, kepala Raja Bonsu itu hilang sampai seorang penulis menemukannya disimpan dalam botol formaldehida di museum Belanda. Ghana segera meminta kepala rajanya dikembalikan, pada bulan Juli 2009, anggota Ahanta terbang ke Den Haag dan mengadakan upacara berkabung termasuk menuangkan cairan keramat di lantai Departemen Luar Negeri sebelum mengambil kepala rajanya kembali ke Ghana.

10. African Purloined
Masa awal abad terakhir, tidak jarang orang Eropa pemberani dan kaya mengunjungi Afrika untuk membawa kulit binatang. safari selalu bisa menghasilkan hadiah badak atau singa. Namun, pada tahun 1830, sepasang Prancis menemukan tubuh seorang pria Afrika yang telah tewas di gurun Kalahari, kemudian dibalsem layaknya boneka untuk pertunjukan di Eropa, kulit hitamnya dipoles sampai bercahaya agar membuatnya lebih terlihat “African” - Tubuh itu akhirnya dipamerkan di sebuah museum kecil di kota Spanyol utara Banyoles sampai seorang dokter lokal keturunan Haiti mengeluh tentang hal itu pada tahun 1992. tubuh itu akhirnya kembali ke Botswana pada tahun 2000 dan dimakamkan di depan ratusan pejabat lokal dan diplomat asing.

Misteri Super Komputer Purba


Model Prototipe yang coba dibuat oleh Prof. Mike Edmunds dari University of Cardiff
Teknologi Komputerisasi di Jaman Purba. Jangan bayangkan seperti superkomputer yang tersusun dari ratusan mesin berprosesor yang saling terhubung tapi superkomputer purba di sini menggambarkan alat yang cara kerjanya sangat kompleks di jamannya, jauh dari perkiraan para ilmuwan.

Jauh sebelum kalkulator dan komputer analog dikembangkan, pelaut Eropa telah mengenal alat hitung yang memiliki cara kerja sangat kompleks. Alat yang diperkirakan dibuat sekitar dua abad Sebelum Masehi ini, sepertinya dipakai untuk menghitung informasi astronomi secara akurat.

Meski telah ditemukan sejak 1902, fungsi alat yang disebut Mesin Antikythera (Antikythera Mechanism) tersebut masih menjadi misteri. Saat ditemukan dari sebuah kapal Romawi Kuno yang karam di Pulau Antikythera, Yunani, arkeolog Valerios Stains melihat roda-roda bergigi di antara serpihan artefak lainnya.
Setelah dikumpulkan, terdapat 82 pecahan yang mengandung 30 roda bergigi buatan tangan dari bahan perunggu. Pecahan yang terbesar mengandung 27 roda bergigi.

Para peneliti yakin alat ini saat masih utuh ditempatkan dalam kotak kayu dengan dua pintu dan dilengkapi cara menggunakannya. Untuk memperoleh hasil perhitungan mungkin pemakainya harus memutar engkol.
"Mekanisme kerja alat ini jauh lebih kompleks daripada alat hitung yang dikembangkan setidaknya 1000 tahun sesudahnya," tulis para peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru. Meski demikian asal-usul dan tujuan pembuat alat ini belum diketahui sampai sekarang.

Planet-planet

Walaupun bentuk rincinya tidak jelas terlihat, peneliti gabungan dari Inggris, Yunani, dan AS bisa merekonstruksi modelnya menggunakan tomografi sinar-X. Hasil pemindaian menunjukkan ada angka-angka, gambar-gambar zodiak, dan kalender Mesir yang tergambar di bagian tengah struktur utama. Di bagian belakangnya, terdapat informasi yang sepertinya menggambarkan siklus bulan dan pola gerhana.

Sepertinya, pembuatnya juga telah merancang agar alat ini dapat memodelkan bidang langit dengan akurat. Misalnya, Bulan pada saat-saat tertentu bergerak lebih cepat karena rotasinya yang elips sehingga dibuatlah roda bergigi dengan ukuran berbeda-beda untuk mengaturnya.

Peneliti juga mampu menerjemahkan lebih banyak tulisan yang menjelaskan mekanisme kerja alat hingga dua kali lipat dari hasil yang telah dicapai sebelumnya. Kombinasi angka dan tulisan menunjukkan bahwa alat ini mungkin juga digunakan untuk menghitung pergerakan planet-planet.

Sebab, disebutkan pula kata Venus dan stasioner yang cenderung menjelaskan peradaran planet. Beberapa menduga Mesin Antikythera hanya menampilkan Venus dan Merkurius, tapi sebagain peneliti yakin juga dipakai untuk menandai pergerakan planet-planet lainnya.

"Kalau melihatnya, Anda pasti bertopang dagu dan berpikir, gila! memang cerdas. Ini desain teknis yang brilian," ujar Profesor Mike Edmunds, profesor astrofisika dari Universitas Cardiff.

Candi Borobudur

Untuk sekadar mengingatkan kembali bagaimana pentingnya kita menghargai sejarah dan benda-benda peninggalan berupa artefak-artefak, candi, prasasti, atau yang lainnya, marilah kita melihat bagaimana Candi Borobudur direkonstruksi sehingga menjadi bangunan yang megah dan termasuk tujuh keajaiban dunia. Untuk mengawalinya kita perlu melihat bagaimana nama dan Candi Borobudur diketahui.
Hutan belakar
Sekira tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Kemudian pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825.
Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.
Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada nama tempat. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Sedangkan Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya.
Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.
Dalam pelajaran sejarah, disebutkan bahwa candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Sedangkan yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.
Sebelum dipugar, Candi Borobudur berupa reruntuhan seperti halnya artefak-artefak candi yang baru ditemukan sekarang ini. Ketika kita mengunjungi Borobudur dan menikmati keindahan alam sekitarnya dari atas puncak candi, kadang kita tidak pernah berpikir tentang siapa yang berjasa membangun kembali Candi Borobudur menjadi bangunan yang megah dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia ini.
Pemugaran selanjutnya, setelah oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di India. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Oleh sebab itu, para pemugar harus memiliki sekelumit sejarah agama ini di Indonesia. Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur.
Materi candi
Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.
Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa.
Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Dan itulah salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.
Melihat kemegahan bangunan Candi Borobudur saat ini dan candi-candi lainnya di Indonesia telah memberikan pengetahuan yang besar tentang peradaban bangsa Indonesia. Berbagai ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp. Kita patut menghargai usaha-usahanya mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam membangun kembali candi ini.
Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan? Mengingat pada masa itu belum ada gambar biru (blue print), lalu dengan sarana apakah mereka itu kalau hendak merundingkan langkah-langkah pengerjaan yang harus dilakukan, dalam hal gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? Dan masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmu pengetahuan, terutama tentang ditemukannya ruang pada stupa induk candi.
Restorasi di tahun 1974-1983

Harta karun

Pemugaran selanjutnya dilakukan pada tahun 1973-1983, selang 70 tahun dari pemugaran yang dilakukan van Erp. Pemugaran ini dimaksudkan tiada lain sebagai upaya melestarikan budaya yang tak ternilai harganya. Inilah “harta karun” yang sesungguhnya tak bisa dihargai dengan uang apalagi dijual untuk membayar utang. Kesadaran masyarakat untuk ikut mengamankan bangunan candi sangat diharapkan termasuk juga dari para wisatawan.
Penggalian, penelitian, dan rencana pemugaran terhadap candi-candi atau benda-benda bersejarah lainnya yang baru-baru ini ditemukan tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Pemugaran bangunan budaya dan kepurbakalaan tidak semudah pembangunan gedung modern. Setiap bentuk bangunan budaya memiliki makna yang khusus dan hal ini tidak dapat diabaikan di dalam pemugaran bangunan kuno tersebut. Oleh sebab itu butuh dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Upaya membangun kembali sebuah simbol-simbol peradaban yang pernah hilang berarti semakin membuka mata-hati kita tentang sejarah peradaban manusia Indonesia yang kaya dengan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia berbudaya yang mampu menghargai budayanya sendiri sebagai bentuk jati diri dan identitas bangsa yang mandiri.
Akhirnya, kita harus membangkitkan kembali gairah menghargai benda-benda cagar budaya yang bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat dan bangsa, melainkan juga menjadi kekayaan ilmu pengetahuan yang akan terus mengungkap fakta-fakta sejarah itu. Menikmati keindahan dan menjaga kelestariannya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat berarti. Tentunya peran lembaga yang berkaitan dengan perlindungan benda-benda cagar budaya perlu ditingkatkan dengan memberikan pemahaman, pengertian dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda tersebut.
Perlindungan hukum pun harus ditegakkan secara konsisten sehingga tidak terjadi lagi kepincangan-kepincangan hukum yang menyisakan rasa ketidakadilan bagi masyarakat, seperti halnya kasus peledakan Candi Borobudur pada 1983.***
Tetap menjadi suatu misteri,sekedar tambahan candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia dengan tinggi 34,5 meter dan luas bangunan 123 x 123 meter. Di dirikan di atas sebuah bukit yang terletak kira-kira 40 km di barat daya Yogyakarta, 7 km di selatan Magelang, Jawa Tengah.
Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Sailendra antara tahun 750 dan 842 Masehi. Candi Buddha ini kemungkinan besar ditinggalkan sekitar satu abad setalah dibangun karena pusat kerajaan pada waktu itu berpindah ke Jawa Timur.
Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910 dipimpin oleh Dr. Tb. van Erp. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983.
Namun, sampai sekarang Candi Borobudur masih menyimpan sejumlah misteri. Sejumlah misteri itu misalnya, siapa yang merancang Candi Borobudur, berapa jumlah orang dipekerjakan untuk membangun candi tersebut, dari mana saja batu untuk membangun candi ? Filosofi apa yang digunakan untuk membuat candi tersebut ? Tetapi yang pasti candi ini merupakan aset penting bagi Indonesia di mata dunia internasional. Kita harus bangga dan selalu menjaga kelestariannya.

Misteri Pasir Penghisap


Dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar 

Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup. Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar. 


Akan larut jika permukan Quicksand terganggu 

seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hidup sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh. 


Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil 

Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut. Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.

Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap 

Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap. 


Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam. 


Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup. 


Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang. 


Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam. 


Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. “Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature edisi 29 September. 


Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah. 


Sabar dan tenang 

“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya. 

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.

Makhluk Misterius Suku Loway

Makhluk misterius ini pertama kali disinggung dalam buku otobiografi Kriptozolog ternama bernama Dr Ross E Hutchins yang berjudul "Trails to Nature’s Mysteries: The Life of a Working Naturalist" yang diterbitkan tahun 1977. Di dalam buku itu terpampang sebuah foto hitam putih makhluk aneh itu yang diambil oleh kakek Dr Ross sendiri. Didalam buku itu, Dr Ross mengakui bahwa ia tidak dapat menentukan jenis makhluk itu dengan pasti.
  
Sebelumnya pada tahun 1886, Israel Ammon Hutchins, kakek Dr Ross Hutchins menemukan dan menembak mati seekor anjing aneh yang besar di peternakannya di lembah sungai Madison, sebelah utara Ennis, Montana.

Lalu Israel mengawetkan bangkainya dan kemudian mendonasikannya kepada seorang ahli taksidermis bernama Joseph Sherwood. Sherwood kemudian memasukkan bangkai yang sudah diawetkan ke kotak kaca dan memamerkannya di museum yang dimilikinya di dekat sungai Henry, Idaho. Sherwood menyebut spesimen itu dengan nama "Ringdocus'.

Kisah Ringdocus kemudian terlupakan hingga suatu hari seorang kriptozolog bernama Mark Hall menyinggung penampakan makhluk aneh serupa anjing yang terlihat di Nebraska, Iowa, Illinois dan Alberta. Mr Hall kemudian merujuk kepada foto yang diambil oleh Hutchins untuk mendeskripsikan makhluk itu.
  
Selain Mark Hall, Loren Coleman adalah kriptozolog lain yang meneliti makhluk ini. Pada tahun 1995, Coleman didatangi oleh seorang suku Indian Ioway bernama Lance Foster. Lance menceritakan kepada Coleman bahwa di kalangan suku Indian Ioway ada makhluk aneh yang menangis seperti manusia ketika dibunuh. Deskripsi Foster mirip dengan seekor Hyena dan spesimen yang dibunuh Hutchins persis seperti deskripsinya.

Shunka Warak'in dalam bahasa Indian Ioway berarti "membawa anjing". Nama ini diberikan karena penduduk suku Ioway sering memergoki Shunka Warak'in mengendap-ngendap di tenda dan kemudian membawa pergi anjing mereka.

Shunka Warak'in dideskripsikan sebagai makhluk berbulu gelap dengan kepala seperti anjing, memiliki bahu yang tinggi dan punggung yang menurun dengan kaki yang pendek dan berdiam di wilayah Montana, Illinois, Nebraska dan Iowa. Deskripsi ini menunjukkan bahwa makhluk ini mungkin merupakan campuran antara serigala dan Hyena.

Beberapa kriptozolog menduga bahwa Shunka Warak'in adalah hyaenodon, anjing purba yang sudah punah. Sedangkan Loren Coleman menduga bahwa makhluk ini adalah makhluk purba Borophagus yang masih bertahan hidup hingga zaman modern.

Yang menariknya adalah adanya kesamaan antara deskripsi Shunka Warak'in dengan El Chupacabra, anjing yang dipercaya suka membunuh ternak dan menghisap habis darahnya.

Klik disini untuk membaca tulisan sebelumnya mengenai El Chupacabra.

Seharusnya, spesimen yang terawetkan dengan luar biasa itu diserahkan kepada para ilmuwan untuk diteliti lebih lanjut, terutama untuk meneliti DNA-nya. Namun beberapa tahun yang lalu, spesimen itu sempat lenyap dari publik. Konon katanya dipindahkan ke sebuah wilayah di Yellowstone.

Setelah membaca kisah tentang makhluk ini pada Oktober 2007, Jack Kirby, cucu Israel Hutchins yang lain memutuskan untuk melacak keberadaan spesimen ini hingga akhirnya ditemukan di Museum of Natural History di Pocatello. Museum ini akhirnya setuju untuk meminjamkan spesimen ini kepada Kirby untuk dipamerkan di Madison Valley History Museum. Akhirnya para peneliti dapat melakukan penelitian lanjutan terhadap spesimen ini.

Penelitian lanjutan ini kemudian memberikan informasi tambahan yang belum pernah diketahui publik. Anjing ini berukuran 122 cm dari ujung moncongnya hingga bokongnya (tidak termasuk ekor). Jarak ujung kepalanya dari tanah adalah 70 cm. Makhluk ini memiliki moncong yang pendek dan bulu yang berwarna gelap.

Mungkin Shunka warak'in memang bukan sekedar makhluk legenda yang ada di dalam dongeng. Pada Desember 2005 hingga November 2006, para penduduk Montana melaporkan adanya serigala aneh yang membunuh ternak-ternak mereka. Saat itu diperkirakan sekitar 120 ternak dibunuh di Garfield County, Montana.

Beberapa kriptozolog menduga mungkin itu adalah perbuatan Shunka Warak'in.

Misteri Holadeira - Makhluk Misterius Dari Amazon

Amazon adalah salah satu tempat paling misterius di dunia. Hutan lebat, sungai yang dalam dan panjang, makhluk-makhluk buas yang tidak terbayangkan. Adakah monster yang belum pernah diketahui muncul dari wilayah ini ? Mungkin ini salah satunya, monster aneh yang sering disebut Nessie dari Amazon.

Seorang pemancing ternama bernama Jeremy Wade dua kali menjumpai 
makhluk misterius yang dikenal dengan nama Holadeira ketika ia sedang mencari lumba-lumba merah jambu dari Amazon (Inia Geoffriensis). Pertama kali ia melihat makhluk itu adalah pada tahun 1993. Saat itu ia melihat sebuah bentuk badan yang bergerigi muncul diatas permukaan air sekitar 100 kaki dari perahunya.
 
Wade yang penasaran menanyai para penduduk lokal yang tinggal di dekat sungai mengenai makhluk itu. Herannya, tidak ada seorangpun yang mengetahui ada makhluk seperti yang dideskripsikan olehnya.

Wade lalu kembali ke Inggris beberapa minggu kemudian dan membawa foto-foto hasil jepretannya untuk diproses. Salah satu foto yang dibawanya ternyata memang menangkap sosok 
makhluk aneh itu. Apabila dilihat dari warna dan gerakan makhluk misterius itu, maka para peneliti percaya bahwa makhluk itu adalah lumba-lumba merah jambu Amazon. Namun mereka juga tidak tahu bagaimana hewan itu bisa memiliki bentuk sirip atas seperti itu. Jadi, Wade kembali ke Amazon tahun berikutnya untuk mencari tahu.

Di Amazon, Wade bertemu dengan seorang penduduk lokal yang mengaku bahwa ia melihat makhluk itu dua minggu sebelumnya di sungai. Ia menyebutnya "Holadeira", yang artinya "gergaji". Dari situlah asal nama Holadeira yang digunakan Wade. Ternyata tidak butuh waktu lama bagi Wade untuk melihat kembali makhluk itu. Ketika ia sedang merekam sekelompok lumba-lumba yang sedang muncul ke permukaan, ia melihat Holadeira, kali ini kepalanya terlihat, dan memang makhluk tersebut ternyata seekor lumba-lumba. Namun lumba-lumba jenis apakah yang memiliki sirip seperti itu?
 

Teori yang paling sering diajukan adalah sirip lumba-lumba itu rusak akibat jaring nelayan atau baling-baling perahu nelayan. Kemungkinan lain adalah kelainan genetika yang diderita oleh lumba-lumba itu. Sepertinya makhluk itu bukan spesies jenis baru karena hanya satu lumba-lumba yang pernah terlihat.
 

Namun ada kemungkinan lain, karena Wade terbiasa melihat lumba-lumba, Wade mengasosiasikan makhluk itu dengan lumba-lumba. Padahal mungkin
makhluk itu memang adalah monster jenis baru dari Amazon. Lagipula, apabila siripnya rusak akibat jaring nelayan, maka bentuk kerusakannya terlalu rapi.

Orang Bati, Mahkluk Misterius Pulau Seram Di Pulau Seram, Ambon

Di Pulau Seram, Ambon, menurut legenda masyarakat setempat, hiduplah seekor makhluk misterius yang tinggal di gunung di wilayah Kairatu. Tubuhnya seperti manusia, bersayap dan suka menculik anak kecil pada malam hari untuk disantap itu. Makhluk itu bernama Orang Bati.
Sebenarnya sudah sejak dua bulan yang lalu ketika saya diminta untuk menulis mengenai monster-monster dari Indonesia. Baru-baru ini ketika saya kembali diminta untuk menulis kisah misteri di Indonesia, saya teringat dengan permintaan awal itu.
 
Tahukah anda bahwa sesungguhnya sangat sulit menulis mengenai misteri dari Indonesia, terutama mengenai monster-monsternya ? Saya akan jelaskan sebabnya.
Apabila di Amerika ditemukan anjing aneh seperti Shunka Warak'in yang pernah saya tulis mengenainya sebelumnya, maka penduduk Amerika akan menyebutnya anjing jenis baru atau anjing purba yang masih bertahan hidup. Namun apabila anjing seperti itu ditemukan di Indonesia, maka penduduk akan menyebutnya Anjing jelmaan siluman.
 
Di Indonesia, semua makhluk yang aneh dan misterius selalu dikaitkan dengan manifestasi roh jahat. Saya tidak memungkiri adanya makhluk jelmaan setan atau manifestasi dari Ilmu hitam seperti Jenglot, Tapi penyamarataan ini mengakibatkan makhluk cryptid Indonesia menjadi tidak terdokumentasi dan terlupakan.

Jadi saya mengalami kesulitan untuk menemukan monster-monster Indonesia yang benar-benar diakui sebagai Cryptid oleh komunitas internasional.
 
Menurut saya, mungkin fenomena ini bukan saja karena budaya tahayul yang mengakar kuat di Indonesia, namun mungkin karena belum ada ahli Cryptozoology asal Indonesia (atau mungkin sudah ada, hanya saya yang tidak tahu). Padahal dari Sabang sampai Merauke, saya yakin masih banyak Cryptid yang menunggu untuk ditemukan.

Untungnya ada beberapa peneliti Internasional yang tertarik dengan makhluk-makhluk misterius Indonesia. Mereka yang cenderung lebih rasional mengkaitkan makhluk-makhluk ini dengan Cryptozoology, bukan dengan hal-hal yang berbau mistis.
 
Contohnya, Cryptid Indonesia yang paling ternama di dunia adalah makhluk yang bernama "Orang Pendek", makhluk pendek berbadan monyet yang hidup di propinsi Jambi. Orang Pendek masuk ke dalam jajaran Cryptid kelas dunia karena jasa satu orang, Deborah Martyr, seorang Inggris.

Selain Orang Pendek, ada juga Cryptid Indonesia yang disebut Orang Gadang, Bigfootnya Indonesia yang dipercaya hidup di Sumatera. Sekali lagi, Orang Gadang go international karena jasa seorang Belanda bernama KW Dammerman.
 

Ada juga Orang Gugu, yang kadang dianggap sama dengan Orang Pendek. Orang Gugu Go Internasional karena jasa dua orang Inggris. Pertama William Marsden yang menceritakan kisah ini dalam bukunya "The History Of Sumatera". Dan yang kedua Benedict Allen yang menulisnya dalam buku berjudul "Hunting the gugu : In search of the lost ape-men of Sumatera".
 

Namun, bagaimanapun juga, informasi mengenai makhluk-makhluk diatas sangat minim.
 
Anyway, bagaimanapun juga, akhirnya saya memutuskan juga untuk menulis mengenai monster-monster Indonesia seperti permintaan beberapa orang, namun tetap dalam garis Cryptozoology.

Monster yang ingin saya ceritakan kali ini adalah Orang Bati. Kisah Orang Bati mendapat perhatian Internasional setelah seorang bernama Karl Shuker (orang asing juga) menuangkan kisahnya dalam buku yang berjudul "Is Batman alive and well and living on the island of seram?".
 

Monster ini sering dikaitkan dengan Mothman. Apabila Karl Shuker menyebutnya Batman, maka beberapa peneliti lainnya menyebut makhluk ini Mothman Indonesia. Begini kisahnya :
 

Di Pulau Seram, Ambon, Sejak abad ke-15, para penduduk melaporkan adanya makhluk misterius yang hidup di gua-gua di gunung api non aktif di Kairatu. Makhluk itu disebut memiliki badan seperti manusia dan memiliki sayap. Kebiasaannya adalah menculik anak kecil pada malam hari untuk makan malamnya. Mereka menyebutnya Orang Bati.
 

Menurut deskripsi para penduduk, Orang Bati memiliki tinggi badan sekitar 1,6 meter, bersayap hitam, berkulit merah dan memiliki ekor kecil yang panjang. Nama Orang Bati sendiri berarti "Orang bersayap".
 
Kisah Orang Bati bertahan selama berabad-abad diantara penduduk lokal hingga kemudian diceritakan kepada para Misionaris Kristen yang datang ke Pulau itu.

Pada tahun 1987, Seorang misionaris Inggris yang bernama Tyson Hughes memulai pekerjaannya tinggal selama 18 bulan di Maluku untuk mengajarkan kepada penduduk cara bercocok tanam yang efisien. Para penduduk kemudian menceritakan kisah Orang Bati kepada Mr Hughes. Tentu saja, Mr Hughes skeptis, hingga akhirnya ia sendiri mengaku berjumpa dengan makhluk itu.
 

Sayang, saya tidak menemukan informasi lebih lanjut mengenai detail perjumpaan itu.
 
Beberapa ahli Cryptozoology percaya bahwa Orang Bati adalah Pterodactyl yang masih hidup pada abad modern ini. Namun teori yang paling populer adalah teori Kelelawar raksasa. Kemungkinan para penduduk melihat seekor kelelawar raksasa pemakan monyet dan salah mengidentifikasikannya. Teori kelelawar raksasa juga sering dikaitkan dengan Mothman di Amerika.
 

Sekali lagi, Tidak ada bukti fisik yang menunjukkan bahwa makhluk ini pernah hidup di Pulau Seram. Namun entah mengapa, legenda ini terus hidup selama berabad-abad. Tapi saya tidak terlalu heran. Kitapun tidak memiliki bukti fisik Nessie dari Lochness, Bigfoot atau Mothman dari Amerika.
 
Apabila ada orang yang membaca tulisan ini yang berasal dari pulau Seram yang dapat memberikan informasi yang lebih lengkap, maka saya akan sangat senang sekali.